Pertimbangan Bisnis Putri Raja Thailand, Demonstran Gelar ‘Runway’ di Jalanan

0
76

Suara. com – Demonstran dalam Thailand menyulap jalanan jadi runway peragaan busana guna menyuarakan kritikan terhadap Putri Raja Maha Vajiralongkorn, Sirivannavari Nariratana sekaligus bisnis mode miliknya.

Menyadur Channel News Asia , para pengunjuk rasa berkumpul di distrik bisnis Silom Bangkok pada Kamis (29/10) dan membentangkan kain di sepanjang ruas jalan yang dibuat menyerupai catwalk .

Protes secara tema “Runway-nya Rakyat” itu menyoroti merek fesyen Putri Sirivannari dengan disebut-sebut menggunakan uang pajak negara dalam menyelenggarakan pameran.

Merek busana putri Sirivannavari dijadwalkan menggelar pameran koleksi musim gugur/musim dingin 2020-2021 pada Kamis jam 20. 00 malam waktu setempat, dalam acara “French Flair Runway” di Mandarin Oriental Bangkok.

Baca Juga: Isuzu Mu-X Terbaru Telah Melesat di Pasar Thailand

Dalam aksi itu pengunjuk rasa memasang spanduk bertuliskan, “Anggaran 13 juta Kementerian Perdagangan menjunjung bisnis Sirivannavari. ”

Kritik Putri Kepala Thailand, Demonstran Gelar ‘Runway’ pada Jalanan. (Twitter/PichayadaCNA)

Klaim itu mengacu pada informasi media lokal terkait RUU APBN 2020 dengan lebih dari 29 miliar baht atau sekitar Rp 13 miliar, dialokasikan untuk perhatian monarki.

Serta pemberian departemen promosi perdagangan sebesar 13 juta baht atau sekitar Rp 6, 1 miliar, yang dialokasikan untuk promosi bisnis mode si putri di luar negeri.

Dalam foto yang beredar di media sosial, terlihat para pengunjuk rasa yang memakai masker, berkumpul di kanan kiri kain arena catwalk.

Aksi keadaan Kamis merupakan bagian dari protes terhadap pemerintahan yang berkuasa sekaligus menuntut mundur Perdana Menteri Thailand Prayut Chan-o-cha.

Baca Juga: Thailand Pangkas Masa Karantina Turis Asing Jadi 10 Keadaan

Demonstran juga menunaikan aksi untuk menyuarakan kritik terhadap Raja Maha Vajiralongkorn dan puak yang berlindung dibalik hukum lese majeste, memungkinkan siapa pun yang mengkritik kerajaan akan menghadapi balasan penjara tiga hingga 15 tarikh.