Nyinyiran Denny Soal KAMI Ditolak Bikin Tengku Gusar: Cekak Banget!

0
73

Suara. com – Wakil Sekretaris Jenderal Mahkamah Ulama Indonesia Tengku Zulkarnain menghakimi pandangan pegiat media sosial Denny Siregar terkait penolakan terhadap penyelenggaraan acara silaturahmi dan deklarasi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia wilayah Jawa Timur di dua tempat dalam Kota Surabaya, Senin (28/9/2020).

“Denny ini belajar demokrasi apa tidak? KAMI berhak berkumpul dan mengeluarkan pendapat, dijamin konstitusi. Kecuali penguasa memakai tangan tukul mengerahkan gerakan yang membrangus demokrasi seperti Korea Utara. Terus buat apa reformasi? KAMI = HTI? Cekak banget, ” kata Tengku.

Berawal daripada rentetan komentar Denny terhadap aksi penolakan terhadap deklarasi KAMI sebab pendukung pro pemerintah: Koalisi Nusantara Tetap Aman. Deni menilai SAYA sulit diterima di Provinsi Jawa Timur. “Acara KAMI di Surabaya dibubarkan. Angel angel wes angel, ” kata Denny.

Denny mengatakan lawan KAMI ialah KITA. “Surabaya adalah salah satu kota benteng toleransi di Indonesia. Jadi nggak usah coba-coba deh di bumi Surabaya. Masih untung dibubarkan. Dulu HTI mau memeriksa, malah bonyok di sana, ” kata Denny.

Program silaturahmi dan deklarasi tadinya hendak diselenggarakan di Gedung Juang 45 dan Graha Jabalnur, Kota Surabaya. Tetapi, massa menolak mereka sebab dinilai sangat bermuatan politis.

Deklarator KAMI, mantan Pemimpin TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo di Surabayamenuding jika aksi perlawanan itu justru yang politis. Gatot menyindir mereka massa bayaran.

“Jadi, keberadaan KAMI ini menjadi berkah. Kalau perlu nanti demonya yang banyak lagi. Berarti, ada rezeki bagi rekan-rekan kita yang memerlukan uang untuk menimbrung demo. Mungkin ayahnya baru selalu di-PHK, dan memerlukan uang buat keluarganya, ” kata Gatot kepada wartawan di Masjid As-salam Kastil Mas Surabaya.

“Saya mengimbau kepada rekan-rekan KAMI, bahwa kita harus bersyukur. Sebab yang demo di sana sebab kehadiran KAMI akhirnya ada demo. Demo kan dibayar. Dalam ekonomi susah seperti ini, ada rekan-rekan yang kesulitan dan ada usulan ya diterima, ” Gatot menambahkan.

Gatot melanjutkan iklim ekonomi anggota KAMI Jawa Timur lebih baik dari para demonstran. Pendukung KAMI Jawa Timur, introduksi dia, mengeluarkan biaya sendiri untuk datang ke Gedung Juang 45.

“Itu kan beda, kalau KAMI ke sana keluar (ongkos) bensin & sebagainya. Kondisinya lebih baik. Maka, semua saya ajak berdoa supaya semua yang demo di Jabalnur dan Gedung Juang 45, kembali ke rumah masing-masing dengan aman dan membawa uang sekadarnya buat keluarganya, ” kata dia.