Mati Ditusuk, Mansur dan Pelaku Sama-sama Pencopet

0
107

Suara. com – Seorang pria bernama Mansur (40), tewas seusai dianiaya dua orang di Bulevar Tamansari 2, Jakarta Barat, pada Jumat (18/9/2020) lalu. Dari urusan ini, polisi telah meringkus mulia orang tersangka berinsial ER (27). Sedangkan, satu pelaku lain berinsial DP masih dalam proses pencarian.

Kanit Reskrim Polsek Metro Tamansari, AKP Lalu Mesti Ali mengatakan baik korban Mansur dan tersangka ER sudah saling mengenal. Ternyata, keduanya satu profesi, yakni sesama copet yang sering beraksi di busway.

“Korban dan kedua tersangka sama-sama saling kenal dan menjalani profesi yang sama, yaitu melayani aksi pencopetan di dalam busway, ” kata Lalu dalam keterangannya, Senin (21/9/2020).

Tengah itu, pelaku DP yang kekinian masih buron, turut menganiaya Mansur lantaran rasa solidaritas kepada ER. Sebab, DP dan ER status dalam satu kamar indekos yang sama.

“Tersangka DP ikut melakukan kekerasan karena mengecap solidaritas dengan ER yang status bersama-sama dalam satu kamar kosan, ” sambungnya.

Awal Mula

Kasus ini bermula saat korban tersinggung karena tersangka ER menjelek-jelekan dirinya. Tak hanya itu, tersangka ER sudah tidak lagi menyetor uang kepada korban sebagaimana konvensi dalam sehari-hari.

Merasa kesal, korban lantas menyambangi indekos ER sambil membawa suatu besi. Tak hanya itu, objek juga membawa sebilah obeng dengan diselipkan di saku celananya.

“Karena jengkel, korban menentang tersangka ER di kos-kosannya sambil membawa sebuah besi dan menyelipkan sebilah obeng di sakunya, ” kata Kapolsek Tamansari, AKBP Abdul Gofur.

Tiba di indekos ER, target sempat terlibat adu mulut terkait masalah antara mereka berdua. Saat itu, tersangka ER berusaha menjelaskan jika dia tidak pernah menjelek-jelekkan korban.

Namun, target tetap menuduh ER telah berlaku seperti itu. Singkat kata, target menantang ER untuk duel serta dia juga sempat menghubungi rekan-rekannya.

Tak lama berantara, pelaku DP datang ke tempat menggunakan seped motor. Dia beristirahat tepat di belakang Mansur.

Tersangka ER, lanjut Gofur, sempat merasa terdesak lantaran korban telah mengontak rekan-rekannya. Tanpa pikir panjang, ER langsung masuk ke kamar indekosnya dan mengambil sebuah besi dan sebilah pisau.

ER kemudian keluar & langsung menyerang korban dengan melemparkan besi ke arah tangan objek. Sontak, besi yang semula dipegang oleh korban terjatuh.

“Melihat besi yang dipegang korban terjatuh, ER langsung menghajar korban menggunakan pisau dengan membenamkan pisau secara membabi buta ke arah korban, sehingga korban terjatuh dan tersangka tetap menusukkan pisau ke arah korban, ” jelas Gofur.

Melihat objek roboh, DP yang berada pada sepeda motor langsung turun & mengambil besi yang dilempar oleh ER. Dia juga ikut mengambil korban secara berulang-ulang.

Gofur menambahkan, ER dan DP lantas meninggalkan korban menggunakan roda motor. Meski sempat dilarikan ke rumah sakit, nyawa Mansur tidak dapat tertolong lagi.

“Korban sempat dibawa ke RS Cipto Mangunkusumo, namun nyawanya tak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia, ” kata dia.

Interpretasi

Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes Audie Latuheru, mengatakan pihaknya sempat melepaskan timah panas ke suku ER. Sebab, dia melakukan perlawanan saat petugas hendak meringkusnya.

“ER ketika akan ditangkap sempat mencoba melawan petugas, bagian kemudian melakukan tindakan tegas dan terukur dengan melumpuhkan timah radang pada bagian kaki, ” cakap Audie saat dikonfirmasi terpisah.

Dari pengungkapan itu, polisi mengamankan barang bukti bersifat satu buah obeng, satu bahan besi shock dan satu pokok masker.

Atas perbuatannya, ER kini meringkuk di pulih jeruji besi Mapolsek Metro Tamansari dengan ancaman Pasal 170 bagian (2) Ke-3e Jo Pasal 89 KUHP.