Berkilah Hapus Mata Pelajaran Sejarah, Mendikbud Nadiem: Kakek Saya Pejuang!

0
86

Suara. com – Menteri Pelajaran dan Kebudayaan Nadiem Makarim menyanggah isu yang menyebut Kemendikbud mau menghapus mata pelajaran sejarah di jenjang SMA/SMK dan sederajat.

Nadiem menyayangkan isu tersebut menjadi liar sampai ada beberapa pihak yang meragukan nasionalismenya jadi menteri.

“Padahal misi saya adalah untuk mengemukakan pendidikan sejarah agar kembali relevan dan menarik bagi anak-anak kita, ” kata Nadiem melalui gambar instagram pribadinya, Minggu (20/9/2020).

Bahkan, mantan Bos Go-jek itu membawa nama Hamid Algadri, seorang pejuang kemerdekaan Indonesia yang tak lain adalah kakeknya sendiri dalam klasifikasinya untuk meyakinkan umum bahwa pihaknya tidak akan menghapus pelajaran sejarah.

Menteri Pendidikan dan Kultur Nadiem Makarim. [ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari]

“Kakek hamba adalah salah satu tokoh perjuangan dalam kemerdekaan Indonesia di tahun 1945, Ayah dan Ibu saya aktivis nasional untuk membela hak asasi rakyat Indonesia dan berjuang melawan korupsi, ” tegasnya.

“Anak-anak saya tidak mau tahu bagaimana melangkah ke kala depan tanpa mengetahui darimana mereka datang, ” sambungnya.

Nadiem menegaskan isu tersebut tidak benar sebab penyederhanaan kurikulum pelajaran nasional masih dalam proses pembahasan dengan berbagai pihak termasuk pola, pakar, dan pengamat pendidikan, dengan merupakan bagian penting dalam pemungutan kebijakan pendidikan.

“Saya ingin mengucapkan sekali lagi bahwa tidak ada sama sekadar kebijakan regulasi atau perencanaan penghapusan mata pelajaran sejarah di kurikulum nasional, ” ucap Nadiem.

Dia mengakui isu ini muncul dari draf sosialisasi Penyederhanaan Kurikulum dan Asesmen Nasional Induk Kurikulum dan Perbukuan Kemendikbud yang dipresentasikan internal pada 25 Agustus 2020, lalu bocor ke terbuka.

Tetapi, draf yang tersebar ini, kata pendahuluan Nadiem belum final dan tidak satu-satunya pilihan dalam penyederhanaan kurikulum.