Bahan Bocor, Iran Ketahuan Tutupi Nilai Kematian Akibat Virus Corona

0
342

Suara. com – Pemerintah Iran ketahuan memanipulasi data terkait virus corona di negaranya. Menyadur BBC News pada Senin (03/08/2020), Iran melaporkan data yang angkanya jauh lebih kecil dari kasus sebenarnya.

Dari data negeri Iran, jumlah pasien yang wafat akibat virus corona hingga 20 Juli mencapai 42. 000 moralitas.

Angka itu tiga kali lebih banyak sejak jumlah kematian yang dilaporkan oleh Kementerian Kesehatan, yakni 14. 405 kematian.

Jumlah orang yang terinfeksi virus corona serupa hampir dua kali lipat nilai resmi, yakni 451. 024. Tatkala data Kementerian Kesehatan hanya mencatat 278. 827 orang.

Ilustrasi pasien covid-19 mengalami koma. (Shutterstock)

Dalam beberapa pekan terakhir, jumlah kasus meningkat tajam pada Iran dan hal itu menyusun Iran jadi negara paling terdampak pandemi Covid-19 di luar China.

Dari data yang sama, terungkap juga kematian pertama akibat virus corona di Iran berlaku sekitar sebulan sebelum kasus mula-mula yang dilaporkan secara resmi sebab pemerintah Iran yaitu 22 Januari.

Laporan BBC mendaftarkan, banyak peneliti meragukan data sah pemerintah sehingga para ahli statistik mencoba mengurai data dari negeri pusat dan pemerintah daerah sebagai perkiraan alternatif.

Berdasarkan informasi yang bocor ke BBC, pihak berwenang Iran sudah melaporkan angka harian yang jauh lebih rendah dan menyimpan daftar kematian yang asli.

Ilustrasi Pasien Covid-19. (Pexels)

Keterangan tersebut termasuk rincian penerimaan harian rumah sakit di seluruh Iran, termasuk nama, usia, jenis kemaluan, gejala, tanggal dan lama kurun yang dihabiskan di rumah rendah.

Sumber anonim berharap data yang dia bocorkan bisa mengungkap kebenaran serta mengakhiri permainan politik selama wabah virus corona.