Awak Portugal Boleh Kunjungi Klub Malam, Tapi Tak Boleh Joget

0
39

Suara. com – Portugal memperkenankan klub malam dan bar bekerja kembali mulai 1 Agustus kelak, namun tanpa bagian lantai dansa.

Menyadur Channel News Asia , dibukanya kembali klub malam dan mengamuk tapi tanpa lantai dansa tersebut berarti warga harus menunggu kurang lebih lama untuk bisa berjoget di tempat tersebut.

Pembukaan kembali hiburan malam ini juga dibarengi dengan metode yang diterapkan di kedai model dan toko roti, yakni kudu tutup pada jam 8 suangi di Lisbon dan jam satu pagi di kota-kota lain.

Menteri Urusan Kabinet Portugal Mariana Vieira da Silva mengatakan tidak ada pilihan untuk kembali ke kondisi sebelum pandemi bagi bisnis klub malam lantaran risiko tingginya risiko penularan.

“Ada kemungkinan untuk membuka mengamuk seperti toko roti atau kantin, ” ujar da Silva, Kamis (30/7).

Ilustrasi Lantai Dansa. (Pixabay/Kreulebeule)

Sebagai gantinya, pemilik klub atau bar dianjurkan menyulap lantai dansa sebagai ruang bunga untuk meja dan kursi tamu dengan catatan menerapkan jaga senggang sosial.

Kendati diperbolehkan kembali buka, namun sejumlah karakter bisnis bar di Portugal mengiakan kurang puas dengan keputusan itu.

Dengan perihal pandemi, sejumlah aturan seperti tanda tutup dirasa kurang masuk budi dan mengancam masa depan daerah ini.

“Ini tidak mungkin benar, ” ujar Hugo Cardoso, presiden asosiasi klub suangi dan bar di seluruh kampung.

“Klub malam yang tutup jam 8 malam? Klub malam sebelum karakter datang? ” ujar Cardoso mempersoalkan aturan pemerintah soal pembukaan kembali.