Perhatian! Pihak-pihak yang Namanya Dicatut Nurhadi Diminta Lapor KPK

0
292

Suara. com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meminta pihak-pihak yang namanya dipakai buat peralihan aset-aset milik tersangka eks Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi segera melaporkan kepada KPK.

KPK kini tengah menelisik sejumlah aset-aset milik Nurhadi dengan diduga didapat dari kasus suap dan gratifikasi perkara di MA sejak tahun 2011-2016.

“KPK mengimbau kepada pihak-pihak yang merasa namanya pernah juga diduga dipergunakan untuk dijadikan peralihan aktiva oleh tersangka NHD (Nurhadi), buat segera melapor kepada KPK, ” kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri, Rabu (8/7/2020).

KPK saat ini pusat mengembangkan pasal Tindak Pidana Pembilasan Uang (TPPU) untuk disangkakan kepada Nurhadi. Meski begitu, KPK masih terus mengumpulkan dua alat keterangan demi memperkuat Nurhadi untuk disangkakan TPPU.

Untuk diketahui, Nurhadi dan menantunya Rezky Herbiyono sempat menjadi buronan KPK dalam kasus suap dan gratifikasi pasal di MA sejak tahun 2011-2016 hingga total mencapai Rp 46 miliar.

Sementara, Hiendra salah satunya pemberi suap Nurhadi hingga kini masih dinyatakan target.

Pelarian Rezky & Nurhadi akhirnya terhenti setelah tertangkap penyidik antirasuah di rumah bilangan Simprug, Jakarta Selatan, pada Senin (1/6/2020) malam.

Dalam penangkapan Nurhadi dan Rezky. Turut pula dibawa istri Nurhadi, Tin Zuraida ketika itu, buat dimintai keterangan oleh penyidik KPK.

KPK juga telah menyita sejumlah aset milik Nurhadi. Diduga aset tersebut terkait kejadian yang kini menjerat Nurhadi. Seolah-olah Mobil; tas mewah; dokumen; maupun uang.

Nurhadi, Rezky serta Hiendra telah ditetapkan buron oleh KPK sejak 13 Februari 2020.