Diserang Milisi, Anggota Pasukan Perdamaian Indonesia Terbunuh di Kongo

0
225

Suara. com – Seorang anggota pasukan pemelihara perdamaian Indonesia yang bertugas di Urusan MONUSCO, Republik Demokratik Kongo, dilaporkan meninggal dunia.

Meninggalnya Sersan Mayor (Serma) Rama Wahyudi dikonfirmasi oleh Menteri Luar Kampung Retno Marsudi melalui unggahan di akun Twitternya, Selasa (23/6/2020).

“Penghargaan setinggi-tingginya kepada Alm. Serma Rama Wahyudi atas pengabdiannya dalam menjaga perdamaian dunia. Semoga keluarga yang ditinggalkan selalu diberi ketabahan, ” tulis Menlu Retno sebagaimana dilansir Antara .

Mengutip informasi AFP dari sumber PBB, bagian pasukan perdamaian dari Indonesia terbunuh dan seorang lainnya terluka di dalam serangan oleh milisi pada Senin malam (22/6) di bagian timur Republik Demokratik Kongo.

Patroli mereka diserang sekitar 20 kilometer dari Tanah air Beni di Provinsi Kivu Mengetengahkan.

Baca Juga: Viral Polwan Rombongan Perdamaian PBB asal Jogja, Ini 7 Potret Briptu Ima

Menlu Retno menyampaikan bahwa Dewan Keamanan PBB telah mengutuk keras serangan kepada MONUSCO & meminta otoritas Kongo untuk mengabulkan investigasi dan membawa pelakunya ke meja pengadilan.

Di dalam sebuah pernyataan, Kepala MONUSCO Leila Zerrougui mengutuk serangan itu, yang katanya dilakukan oleh “tersangka bagian ADF” yakni Pasukan Sekutu Demokrat, sebuah kelompok bersenjata terkenal pada timur negara tersebut.

Tentara itu telah mengambil bagian dalam proyek untuk membentuk jembatan di daerah Hululu.

Baca Juga: Indonesia Ingin Tambah Pasukan Perdamaian PBB Jadi 4. 000 di 2019

ADF adalah gerakan Muslim terutama dengan berasal dari negara tetangga Uganda pada 1990-an, yang menentang pemerintahan Presiden Uganda Yoweri Museveni.

Pada 1995, kelompok itu pindah ke Republik Demokratik Kongo, yang menjadi basis operasinya, meskipun mereka tidak melaksanakan serangan di Uganda selama bertahun-tahun.

Menurut catatan PBB, gerakan tersebut telah menewaskan bertambah dari 500 orang sejak simpulan Oktober, ketika tentara Kongo melancarkan serangan terhadapnya.

ADF menewaskan 15 tentara PBB dalam pangkalan mereka di dekat pinggiran Uganda pada Desember 2017, serta tujuh lainnya dalam serangan pada Desember 2018.