Kejati Endus ‘Bau Korupsi’ Dana Bantuan Covid-19 di Pemkot Medan

0
53

Suara. com – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Utara (Sumut) masih menyelidiki perkiraan tindak pidana korupsi penyalahgunaan sedekah bantuan COVID-19 yang dikelola sebab Pemerintah Kota (Pemkot) Medan.

Kepala Seksi Penerangan Adat (Kasipenkum) Kejati Sumut Sumanggar Siagian, mengatakan penyidik terus menindaklanjuti perkiraan terjadinya penyimpangan penggunaan dana COVID-19 itu.

Ia menuturkan, Kejati Sumut tetap komitmen di dalam melakukan penyidikan penggunaan dana COVID-19 yang diduga disalahgunakan.

“Kejati Sumut juga telah memanggil dan memeriksa dua orang pejabat Pemkot Medan, dalam masalah tumpuan dana COVID-19 tersebut, ” perkataan Sumanggar sebagaimana dilansir Antara , Kamis (18/6/2020).

Kejati Sumut, Senin (15/6), telah memeriksa dua orang kepala organisasi perangkat daerah (OPD) terkait dugaan tindak pidana korupsi penyalahgunaan penanganan soal dana bantuan COVID-19 yang dikelola Pemkot Medan.

Baca Juga: Jokowi Ingatkan Dana COVID-19 Rp 677 Triliun Dikelola Akuntabel

Kedua kepala OPD yang dimintai keterangan itu, yaitu Kepala BPKAD Medan Tengku Ahmad Sofyan, dan Kepala Dinsos Daerah Endar Sutan Lubis.

Pemeriksaan terhadap kedua Kepala OPD Pemkot Medan itu dilakukan oleh personel Pidana Khusus (Pidsus) Kejati Sumut.

Sebelumnya, Kapolda Sumut Irjen Martuani Sormin mengatakan pihaknya tengah mendalami sangkaan penyelewengan dana bansos dan sandaran langsung tunai (BLT) di lima daerah di Sumut.

Baca Juga: Ngamuk Minta Bantuan Dana Covid-19, Sudi Tebas Bayi hingga Tewas

Lima daerah di Sumut yang diduga menyalahgunakan dana bansos itu, yakni Medan, Tanggul Siantar, Toba, Samosir dan Deli Serdang.

Kepala Kejaksaan Tinggi Sumut Amir Yanto mengatakan agar senantiasa memaksimalkan pengawasan dan pendampingan terhadap penggunaan anggaran dana COVID-19, agar sebati peruntukan serta tidak disalahgunakan.
Info tentang Data HK