Mengambil Pajak Lalu Utang, Masinton: Tanpa Negara Ini Lebih Sadis dari VOC

0
233

Suara. com – Anggota Bayaran III DPR dari Fraksi PDI Perjuangan Masinton Pasaribu mengatakan, negeri Indonesia perlu diawasi. Jangan datang nantinya memiliki sifat serupa Verrenigde Oostindische Compagnie atau VOC di zaman penjajahan Belanda.

Menurut dia, pengawasan harus dilakukan terhadap pihak-pihak yang saat tersebut diketahui terlibat aktif dalan pengelolaan penanganan Covid-19, termasuk menyoal perkiraan.

“Nah itu dengan menurut saya sebagai pemikiran kok kemarin saya joke, joke ngobrol sama mas Bamsoet, mas aku bicara dalam kerisauan saya jadi manusia Indonesia, orang Indonesia, ” kata Masinton dalam webinar dengan diselenggarakan DPP Perkumpulan Gerakan Kebangsaan (PGK) seputar pandemi Covid-19 pada Mata Aktivis Lintas Generasi, Selasa (16/6/2020) malam.

“Gue bilang, meskipun saya berada di partai pemerintah, tapi saya melihat pemerintahan hari ini juga arahnya kalau kita gak awasin, negeri ini tidak tunggal ya, dia koalisi apa segala macam harus kita awasi betul bagaimana negara harus bener. Jangan lebih parah dari VOC saya katakan, ” sambung Masinton.

Dia kemudian menjelaskan soal VOC dengan dimaksud. Di mana VOC dalam saat itu memiliki kebiasaan untuk menarik pajak dari rakyat, namun di lain sisi, VOC tak mengutang. Ia kemudian mengingatkan kejadian tersebut jangan sampai terjadi dalam Indonesia, di mana negara mengambil pajak tetapi utang ke luar negeri terus berjalan.

Baca Juga: Anggaran Penanganan Covid-19 Rp 87, 55 Triliun Disebut Terlalu Kecil

“Kalau VOC goyang pajak berbisnis tapi tidak ngutang. Nah kita pemerintahan di negeri merdeka ini gak boleh berlarut-larut lebih parah dari VOC, mungutin dari rakyat terus ngutang-ngutang serupa gitu. Nah itu yang menurut saya concern kita harus mengamati bagaimana kita mewujudkan kemandirian serta kedaulatan nasional itu, ” menguraikan Masinton.

Namun di dalam penjelasan berikutnya, Masinton mengatakan, introduksi pemerintahan yang ia gunakan sebelumnya tidak spesifik mengarah kepada negeri Presiden Joko Widodo. Menurutnya apa yang ia maksud ialah suatu negara.

“Negara, maksud saya negara Indonesia lepas itu jangan lagi berperilaku lebih sadis dari VOC tadi. Kalau VOC kan hanya sekadar mengakui. Nah ini kita negara Nusantara merdeka udah mungut juga sejak rakyat, ngutang juga ke luar negeri, ” katanya lagi.

Baca Juga: Kilas Balik Penanganan Covid-19 dalam Indonesia: Terlambat dan Arogan

Sebelumnya, terkait Covid-19 ia memandang bahwa pandemi ini bagaikan kotak pandora bagi Indonesia. Dalam mana hal-hal yang sebelumnya mati atau tidak diketahui, justru menjadi terbuka ketika Indonesia dilanda pagebluk corona.

“Ini sebagai kotak pandora dengan membuka bahwa bangsa kita tersebut jauh dari kemandiran selama itu, semuanya ketergantungan bahkan sampai masker sekalipun kita produksi ada dalam negeri yang memproduksi namun dibawa ke luar dan kemudian ketika kita mengalami krisis yang sama di berbagai belahan negeri, kita kesulitan dalam aspek pengadaannya itu termasuk pengadaan peralatan-peralatan lainnya, ” tutur Masinton.

Selain itu, Masinton memandang, pandemi ini tidak hanya dipandang seluruh masyarakat sebagai musibah. Bagi segelintir elite, mereka malah menganggap pandemi merupakan ‘berkah’. Karena hal tersebut pula yang mendasari pernyataan Masinton soal harus adanya pengawasan kepada mereka yang terlibat dalam pengerjaan anggaran Covid-19.

“Mayoritas-mayoritasnya masyarakat, pandemi ini adalah kesusahan. Namun segelintir dari segelintir pilihan, ini berkah gitu, yang membandingkan anggaran ratusan triliun ini untuk mereka berkah. Ini yang taat saya perlu kita awasi sahih, ” ujar Masinton.

“Jangan sampai kita tadi semangatnya ingin bergotong royong buat kerabat ini, buat menyelamatkan kemanusiaan, menyelamatkan bangsa, namun segelintir orang memakai potensi-potensi, celah-celah dari pandemi itu. Apalagi terkait pengelolaan anggaran, ” imbuhnya.

Post oleh Result HK