Disesalkan Nama Muhammadiyah Dicatut dalam Perbincangan Pemakzulan Presiden

0
46

Bahana. com – Kepala Pimpinan Pusat Muhammadiyah Anwar Abbas menyesalkan nama organisasi Muhammadiyah dibawa-bawa dalam diskusi tentang aspek konstitusional pemakzulan presiden di tengah pandemi Covid-19 yang digelar di Yogyakarta.

Ia menilai perbincangan soal konstitusionalitas pemakzulan presiden pada era pandemi Covid-19 merupakan topik yang sensitif, demikian dilansir sebab kantor berita Antara.

“Hendaknya jangan dahulu membawa-bawa nama organisasi kemasyarakatan Muhammadiyah dalam topik sensitif itu sebelum bertanya dan berkonsultasi dahulu dengan Pimpinan Sentral dan/atau Pimpinan Wilayah Muhammadiyah setempat, ” kata Anwar dalam pemberitahuan yang diterima di Jakarta, Senin.

Menurut dia, topik itu menyangkut hal yang betul sensitif dan oleh pihak penguasa dan/atau para pendukung rezim tentu bisa diartikan bermacam-macam. Hal itu bisa merusak nama baik serta mempersulit posisi Muhammadiyah dalam melakukan fungsi dan tugasnya dengan bagus.

Kendati demikian, Anwar mengaku tidak keberatan kalau tersedia orang atau para pihak bicara dalam diskusi itu. Apalagi, pada negeri ini kebebasan berbicara dijamin dan dilindungi oleh undang-undang.

Untuk itu, Anwar dengan juga Sekretaris Jenderal Majelis Ustazah Indonesia itu mengimbau agar ke depan harus meminta konsultasi kepada Pimpinan Pusat dan Pimpinan Provinsi Muhammadiyah setempat jika akan menyelenggarakan acara yang akan menyeret-nyeret tanda Muhammadiyah ke ranah politik.