Tolak New Normal, Bupati Bintan Gaungkan Istilah Ini

0
438

Perkataan. com – Penerapan istilah New Normal untuk menggambarkan tatanan baru dalam hidup bersama Covid-19 yang digaungkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendapat penolakan daripada Pemerintah Kabupaten Bintan, Provinisi Kepulauan Riau.

Pemkab Bintan menolak penggunaan tersebut lantaran khawatir bakal menimbulkan permasalahan di pusat masyarakat.

Bupati Bintan Apri Sujadi mengatakan, masyarakat berpikiran New Normal sebagai kondisi wajar setelah pandemi Covid-19. Anggapan ini dapat menimbulkan permasalahan jika diimplementasikan dalam aktivitas sehari-hari.

“Anggapan New Normal sebagai posisi normal, tentu tidak benar. Ini berbahaya bila diimplementasikan dalam kesibukan sehari-hari, ” katanya seperti dilansir Antara pada Jumat (29/5/2020).

Apri, yang juga Pemimpin Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Bintan, menegaskan mengganti istilah New Normal dengan kalimat beradaptasi secara kehidupan baru. Dia menilai, kalimat itu relatif lebih mudah dipahami masyarakat, terutama yang tinggal di pulau-pulau.

Beradaptasi secara kehidupan baru berarti masyarakat berangkat menyesuaikan diri dengan kondisi yang dihadapi sekarang. Untuk mencegah tak tertular Covid-19, masyarakat tetap harus melaksanakan protokol kesehatan dalam beraktivitas.

“Penggunaan istilah yang mudah dipahami masyarakat dibutuhkan karena itu berhubungan dengan aktivitas sehari-hari, apalagi tingkat pemahaman masyarakat tak selalu sama, ” ucapnya.

Apri mengemukakan kegiatan masyarakat akan dimulai lagi, tidak dibatasi, namun tetap harus mengindahkan protokol kesehatan agar tidak tertular Covid-19. Protokol kesehatan mengatur kehidupan masyarakat dalam beraktivitas.

Protokol kesehatan yang harus dijalankan seperti jaga jarak fisik, penggunaan masker dalam beraktivitas, penyediaan tempat mencuci tangan dan sabun, & menggunakan sarung tangan bagi praktisi yang berinteraksi dengan konsumen.

“Pengawasan ana perketat di ruang publik, serta tentu ada sanksi bagi pelanggarnya, ” katanya. (Antara)