Tunda Kedatangan 500 TKA China ke Sulteng, Stafus: Tunggu Situasi Tenteram

0
439

Suara. com semrawut Pemerintah mengklaim had saat ini tidak ada Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China yang didatangkan ke Sulawesi Tenggara.

Staf Khusus Pemimpin Bidang Hukum Dini Purwono menyuarakan TKA tersebut baru akan diperbolehkan masuk setelah situasi membaik.

“Pemerintah bertekad memutus lupa rantai penyebaran Covid-19 antara asing dengan membatasi arus kedatangan pribadi dari luar. Kebijakan ini benar hingga situasi normal dan dinyatakan aman, ” ujar Dini di keterangannya, Senin (11/5/2020).

Pernyataan Dini menyusul terkait program kedatangan 500 TKA asal China ke Sulawesi Tenggara. Ia mengecap hingga saat ini tidak ada TKA asing asal China tiba di Indonesia di tengah pandemi.

Ia menyebut tenggat saat ini Kementerian Ketenagakerjaan baru pada tahap menyetujui permintaan Agenda Penggunaan Tenaga Kerja Asing dengan diajukan oleh dua perusahaan.

“Kalaupun kelak mereka pegari, seluruh tenaga kerja asing tersebut akan diwajibkan mengikuti rangkaian ulangan dan protokol kesehatan untuk mengambil mereka bebas virus Covid-19, ” ucap dia.

Tak hanya itu, Dini menyebut berdasarkan informasi dari perusahaan di Sulawesi Tenggara, 500 TKA China itu didatangkan karena diklaim memiliki kepandaian khusus menginstalasi pabrik pengolahan dan pemurnian mineral atau smelter.

Penggunaan tenaga kerja dari luar ini terpaksa dilakukan oleh perusahaan karena tenaga kegiatan lokal belum mempunyai keahlian di dalam memasang instalasi.

“Jika instalasi selesai, pabrik pengolahan & pemurnian ini bisa menyerap tiga ribu tenaga kerja lokal, ” ucap dia

Pembangunan pabrik pengolahan & pemurnian kata Dini, merupakan ajaran Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara.

Perusahaan diwajibkan menyelenggarakan mengolah bahan mentah sebelum dijual ke pasar dengan tujuan memajukan nilai tambah produk pertambangan.

Selain itu, Dini menuturkan pihak perusahaan menargetkan 500 tenaga kerja asing yang hanya mau bekerja maksimal enam bulan & setelah instalasi selesai kembali ke negara asal.

Para-para TKA asal China nantinya hendak memberikan ilmunya kepada tenaga kegiatan lokal.

“Selama bekerja, TKA asal China itu pula diminta mentransfer keahlian mereka kepada tenaga kerja lokal sehingga kelak kita tidak perlu lagi tergantung kepada tenaga dari luar, ” katanya

Lebih lanjut, Dini menyebut saat ini Kementerian Ketenagakerjaan terus berkoordinasi secara Gubernur dan DPRD Sulawesi Tenggara untuk mencari solusi terbaik agar di satu sisi upaya pencegahan Covid-19 ditegakka.

“Dan di sisi lain proyek yang bisa menyerap tiga ribu tenaga kerja lokal ini juga bisa berjalan karena menyangkut penghidupan banyak diantara kita, ” katanya.