Selama PSBB Kota Banjarmasin, Pemkot Matikan Lampu Penerangan Jalan Umum

0
435

Suara. com – Selama penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB), Pemerintah Praja Banjarmasin, Kalimantan Selatan memutuskan buat mematikan lampu penerangan jalan umum.

Keputusan tersebut efektif diberlakukan pada penerapan PSBB dalam Kota Banjarmasin yang dimulai pada 24 April hingga 7 Mei 2020, kemudian dipastikan diperpanjang mematok 21 Mei 2020.

Kepala Bidang Jalan dan PJU Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (Dispupr) Kota Banjarmasin Chandra mengatakan, sesuai instruksi dalam penerapan PSBB sebagai besar lampu PJU seperti di Jalan Ahmad Menjalankan Kota Banjarmasin dimatikan.

“Ini sebagai upaya penerapan jam malam pada saat PSBB tersebut agar masyarakat tidak ada teristimewa yang keluyuran tanpa kepentingan betul penting di jalan-jalan, ” ujarnya seperti dilansir Antara pada Kamis (7/5/2020).

Akan tetapi, katanya, PJU di depan Basis Polresta Banjarmasin tetap dinyalakan. Tempat mengungkapkan dengan dilakukannya ketentuan tersebut berpengaruh pula terhadap tagihan listrik yang mengalami penurunan.

“Memang tidak terlalu banyak total penurunan tagihan listriknya, tapi pas membantu untuk mengurangi beban dakwaan listrik PJU, ” katanya.

Tagihan listrik PJU di kota tersebut, dikatakannya, rata-rata menyentuh Rp 1, 5 miliar pada setiap bulan. Dia mengatakan, tagihan listrik PJU terus mengalami penurunan pada setiap tahun karena pemerintah kota langsung melakukan peremajaan lampu PJU dengan mengganti dengan perangkat hemat energi.

Sebagaimana pada tahun ini, ucap Chandra, kembali disiapkan 10. 000 lampu LED untuk meremajakan lampu PJU dengan lama.

“Sebelumnya sudah 5. 000 lampu LED dipasang, hingga menjadi 15. 000 titik tahun ini, ” katanya.

Dengan teknologi baru itu, ujarnya, penggunaan lampu LED untuk PJU berpengaruh di kualitas penerangan dan menghemat pembalasan tagihan hingga 10 persen.

“Sebelumnya tiap bulan Rp 1, 7 miliar untuk tagihannya, sekarang hanya sekira Rp1, 5 miliar per bulan, ” ucap Chandra. (Antara)